Miss Pikun : Susah Inget! Gampang
Lupa!
Judul Novel : Miss Pikun : Susah Inget!
Gampang Lupa!Penulis : Jumanta
Penerbit : GagasMedia
Cetakan : Pertama, Oktober 2005
Tebal : (vi + 208) halaman
Harga : Rp. 26.000,-
Novel ini bercerita tentang seorang remaja kelas 3 SMA yang pikun berat, Kuncoroputri Hadisastro yang akrab dipanggil "Kun" oleh teman,sahabat dan para gurunya. Ia punya dua orang sahabat setia, Dhita dan Reyna.
Kepikunannya
yang sangat parah inilah yang membuat novel ini menjadi lucu dan kocak.
Bayangkan saja, Kun pernah lupa hari. Yang menyebabkan dia kacau dalam
mengikuti jam pelajaran, terutama ketika mengikuti pelajaran olahraga. Dia
mendapatkan hukuman lari dari guru olah raganya.
Saat
ia tengah menjalankan tugas larinya, dia melihat Wakil Kepala Sekolah, Bu
Sherly yang dijuluki The Lady Devil oleh para siswa, mendatangi Pak Tris
dan berbicara sambil menunjuk ke arah Kun. Kun sempat deg-degan dengan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti. Setelah
itu Bu Sherly memanggil dan membawa Kun keruangannya, Bu Sherly member tahu
kalau ayah Kun terkena serangan Paru-paru, sehingga Bu Sherly menyuruh Kun
untuk menuju rumah sakit. Namun sayangnya,
Ayah Kun telah meninggal ketika Kun sampai disana.
Setelah
papi Kun meninggal, keluarga Kun hanya tinggal Mas Tio, kakaknya yang sedang
menjalani studinya di Universitas Barkeley di Amerika. Mami Kun sudah meninggal
beberapa tahun yang lalu karena leukimia.
Tak
lama setelah penguburan papi Kun, diadakan pertemuan yang membahas tentang
pembagian harta dan share business
perusahaan pribadi yang dimiliki ayah Kun.Namun dalam pembagian harta ada keanehan yang mereka temukan pada pertemuan tersebut
yakni Ayah Kun sudah mengetahui tanggal kematiannya dan karena share business yang paling besar
diberikan kepada Kun. Otomatis, Kun-lah yang harus menjalankan perusahaan sejak
saat itu. Semua orang yang mendengar hal ini sangat kaget tentunya, kecuali Mas
Tio yang sangat bijak dan sayang pada Kun. Sementara, kedua sahabat Kun ketika
mengetahui hal ini, hanya memandang Kun dengan bingung . Bagaimana tidak, Kun
yang amat pelupa itu akan jadi seorang direktris sebuah perusahaan minyak yang besar.
Sejak
itu, Kun yang resmi menjadi direktris, harus belajar pada Bu Eisye, sekretaris
pribadi papi Kun yang juga mantan penyanyi Hawaiian. Awalnya Kun tidak suka
pada Bu Eisye karena kejutekan dan kemodisannya. Namun, setelah mengenal Bu
Eisye lebih jauh, Kun mengerti jika Bu Eisye orang yang baik dan menyenangkan.
Kun juga akhirnya mengetahui rahasia dibalik kedekatan Bu Eisye dengan papinya.
Papinya ternyata pernah membantu Bu Eisye secara ekonomi dan sosial, dengan
cara mempekerjakannya diperusahaan dan menyumbangkan satu ginjalnya untuk
kesembuhan Ibu Eisye .
Hari-hari
yang dilalui Kun cukup lancar meskipun ada beberapa hambatan. Ada tugas berat
yang menunggu Kun. Yaitu pertemuan dengan orang Arab yang ingin menggunakan
perusahaan Kun sebagai perusahaan bea cukai dalam bisnis minyaknya.Kun tentu
menjadi makin sibuk belajar untuk menghadapi pertemuannya dengan pengusaha Arab
itu.
Pada
hari pertemuan Kun dengan orang Arab itu, ada musibah membahagiakan yang
menimpa Kun. Yang menjadi musibah, Kun pergi ke ruang Suite 1603 plasa 1 yang
seharusnya bukan tempat pertemuannya dengan pengusaha Arab itu. Belum lagi
ternyata data-data yang dibawanya ke tempat itu bukan data perusahaan yang
mestinya dibawa, melainkan data alat-alat fitness yang dikumpulkan papinya.
Yang membahagiakan, ia bertemu dengan cowok keren bernama Davin yang kemudian
PDKT dengannya. Kisah Davin dan Kun diceritakan oleh pengarang dengan cukup
romantis.
Setelah
sekian lama, Kun dan Tio mengetahui bahwa papinya dibunuh oleh kedua Om mereka
dengan dibantu Pak Wilson. Hal ini diketahui dari Donna, anak Bu Eisye yang
mendengar rencana selanjutnya, yaitu membununuh Kun dan Tio, serta menguasai
perusahaan yang telah diwariskan ayah Kun kepadanya.
Kisah
Kun ini mengangkat tema yang biasa dialami sehari-hari. Kita sering melupakan
sesuatu, bahkan hal yang penting sekalipun, walaupun tak separah tokoh dalam
cerita ini. Ceritanya cukup menghibur dan termasuk bacaan ringan. Kesan awal
membaca mungkin terkesan biasa saja,namunendingnya cukup membuat pembaca
penasaran.
Sayangnya,
buku ini yang termasuk kategori buku "Teenlit", covernya terbilang
kurang menarik. Karena menggunakan warna-warna sederhana dengan warna primer
cover putih. Kekurangan lainnya adalah penggunaan kertas buram sebagai isi
buku. Meskipun begitu, buku ini terbilang bagus karena kekurangan hanya ada
pada segi fisik, bukan isi.
Artikel 





Posting Komentar - Back to Content